BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Laporan keuangan suatu alat yang dapat menyampaikan atau mengkomunikasikan kondisi suatu perusahaan dimana perusahaan dapat semakin meningkat atau semakin menurun. Laporan keuangan juga menjadi focus penting bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyankut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Salah satu informasi penting dalam laporan keuangan adalah informasi laba menyatakan bahwa informasi laba pada umunya merupakan perhatian utama dari laporan keuangan dalam mengetahui kinerja manajemen. Informasi laba membantu pemilik atau pihak dalam mengestimasi kemampuan laba untuk mengambil keputusan investasi. Salah satu tolak ukur yang digunaka dalam penilaian kinerja perusahaan oleh pihak internal dan eksternal adalah laba.
Karena dianggap sebagai salah satu tolak ukur penilaian kinerja maka pihak manajemen berprilaku tidak semesti dalam hubungannya dengan laba yaitu dengan melakukan manajemen laba dalam penyusunan laporan keuangan.
TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan paper ini adalah untuk memenuhi tugas mingguan mata kuliah Analisis Laporan Keuangan dengan judul Ruang lingkup Laporan keuangan agar para Mahasiswa dan pemabaca dapat mengerti tentang seluk beluk laporan keuangan semoga bermanfaat untuk kita semua.
BAB II
PEMBAHASAN
B. LAPORAN KEUANGAN YANG DIBANDINGKAN
1. Tujuan Analisis Laporan keuangan
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;57-58) Analisis laporan keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan.Misalnya :
a) Dapat digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau merger.
b) Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan dimasa datang.
c) Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen,operasi atau masalah lainnya.
d) Sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.
Dari semua tujuan tersebut, yang terpenting dari analisis laporan keuangan adalah tujuannya untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, terkaan dan intuisi, mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak bisa di elakkan pada setiap proses pengambilan keputusan. Analisis laporan keuangan tidaklah berarti mengurangi kebutuhan akan penggunaan pertimbangan-pertimbangan, melainkan hanya memberikan dasar yang layak dan sistematis dalam menggunakan pertimbangan-pertimbangan tersebut.
Menurut Munawir (2010;31) Tujuan Analisa Laporan keuangan merupakan alaat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Data keuangan tersebut akan lebiih berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih, dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang akan dapat mendukung keputasan yangbakan diambil.
Dalam menganalisa dan menilai posisi keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan, faktor yang paling utama untuk mendapatkan perhatian oleh penganalisa adalah :
A. Likuiditas, adalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan pperusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepa t pada waktunnya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan”likwid”,dan perusahaan dikatakan mampu memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran ataupun aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancarnya atau hutang jangka pendek. Sebaliknya kalau perusahaan tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan “ likwid”.
Menurut Munawir (2010;32) Kewajiban keuangan suatu perusahaan pada dasaarnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
(1) Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur) dan
(2) Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan).
B. Solvabilitas, adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangnnya apabila perusahaan tersebut dilikuidasikan, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
Suatu perusahaan dikatakan solvabel apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang-hutangnya, sebaliknya apabila jumlah aktiva tidak cukup atau lebih kecil daripada jumlah hutangnya, berarti perusahaan tersebut dalam keadaan insolvabel.
Baik perusahaan yang insolvabel maupun yang likwid menunjukkan keadaan keuangan yang kurang baik, karena dua-duanya pada suatu waktu akan menghadapi kesulitan keuangan walaupun perusahan tersebut dalam keadaan solvabel, sebaliknya kalau perusahaan tersebut dalam keadaan insovabel tetapi likwid tidak akan segera mengalami kesulitan keuangan, dan kesulitan keuangan baru timbul kalau perusahaan itu dibubarkan.
Menurut Munawir (2010;32) Dalam hubungannya antara likwiditas dan solvabilitas ada empat kemungkinan keadaan yang dapat dialami oleh perusahaan:
(1) Perusahaan yang likwid dan solvabel
(2) Perusahaan yang likwid tetapi solvabel
(3) Perusahaan yang likwid dan insolvebel
(4) Perusahaan yang likwid tetapi solvabel
C. Rentabilitas atau profitabilitas, adalah menunjukkann kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Rentabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian rentabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandinngan laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut.
Modal perusahaan pada dasarnya dapat berassal dari pemilik perusahaan (modal sendiri) dan dari para kreditur (modal asing). Sehubungan dengan adanya dua sumber modal tersebut, maka rentabilitas suatu perusahaan dapat dihitunng dengan dua cara yaitu (menurut Munawir 2010 hal 33 ) : (1) perbandingan antara laba usaha dengann seluruh modal yang digunakan (modal sendiri dan modal asing) yang tersebut dengan rentabilitas ekonomis dan (2) perbandingan antara laba yang tersedia untuk pemilik perusahaan dengan jumlah modal sendiri yang dimasukkan oleh pemilik perusahaan tersebut, yang disebut rentabilitas modal sendiri atau rentabilitas usaha.
D. Stabilitas usaha, adalah menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melakukan usahanya untuk stabil, yang diukur dengan mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban bunga atas hutang-hutangnya dan akhirnya membayar kembali hutang-hutang tersebut tepat pada waktunya, serta kemampuan perusahaan untuk membayar deviden secara teratur kepada para pemegang saham tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.
Dari faktor-faktor tersebut maka bagi para kreditur yang terpenting adalah faktor rentabilitas, karena rentabilitas ini merupakan jaminan yang utama bagi para kreditur tersebut dengan tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya.
Faktor-faktor diatas (likwiditas, solvabilitas,rentabilitas serta stabilitas usaha) akan dapat diketahui dengan cara menganalisa dan menginterpretasikan laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan dengan menggunakan metode atau tehnik analisa yang tepat/sesuai dengan tujuan analisa. Dengan kata lain laporan keuangan suatu perusahaan perlu dianalisa karena dengan dianalisa tersebut akan diperoleh semua jawaban yang berhubungan dengan masalah posisi keuangan dan hasil hasil yang dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.
2. Prosedur dalam Analisis Laporan Keuangan
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;58-59) berbagai langkah harus ditempuh dalam menganalisis laporan keuangan. Adapun langkah-langkah yg harus ditempuh tersebut adalah sebagai berikut:
1) Memahami latar belakang data keuangan perusahaan.
Pemahaman latar belakang data keuangan perusahaan yg di analisis mencakup pemahaman tentang bidang usaha yg diterjuni oleh perusahaan dan kebijakan akuntansi yg di anut dan diterapkan oleh perusahaan tersebut. Memahami latar belakang data keuangan perusahaan yg akan di analisis merupakan langkah yg perlu dilakukan sebelum menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut.
2) Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan.
Kondisi-kondisi yg perlu dipahami mencakup informasi mengenai trend (kecenderungan) industri dimana perusahaan beroperasi; perubahan teknologi; perubahan selera konsumen; perubahan faktor-faktor ekonomi seperti perubahan pendapatan perkapita, tingkat bunga, tingkat inflasi dan pajak; dan perubahan yg terjadi di dalam perusahaan itu sendiri, seperti perubahan posisi manajemen kunci.
3) Mempelajari dan me-review laporan keuangan
Tujuan langkah ini adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah cukup jelas menggambarkan data keuangan yg relevan dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yg berlaku.
4) Menganalisis laporan keuangan.
Setelah memahami profil perusahaan dan me-review laporan keuangan, maka dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisis yg ad dapat menganalisis laporan keuangan dan menginterprestasikan hasil analisis tersebut (bila perlu disertai rekomendasi).
3. Metode dan Teknik Analisis
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;59) mengatakan bahwa metode analisis laporan keuangan dapat diklarisifikasikan menjadi 2, yaitu:
1) Metode analisis horizontal (dinamis).
Adalah metode analisis yg dilakukan dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun (periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan kecenderungannya. Disebut metode horizontal karena analisis ini membandingkan pos yg sama untuk periode yg berbeda. Disebut metode analisis dinamis karena metode ini bergerak dari tahun ke tahun (periode). Teknik-teknik analisis yg termasuk pada klasifikasi metode ini antara lain teknik analisis perbandingan, analisis trend (index), analisis sumber dan penggunaan dana, analisis perubahan laba kotor.
2) Metode analisis Vertikal (statis).
Adalah metode analisis yg dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu, yaitu dengan membandingkan antara pos yg satu dengan pos yg lainnya pada laporan keuangan yg sama untuk tahun (periode) yg sama. Oleh karena itu membandingkan antara pos yg satu dengan pos yg lainnya pada laporan keuangan yg sama, maka disebut metode vertikal. Disebut metode statis karena metode ini hanya membandingkan pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode)yg sama. Teknik-teknik analisis yg termasuk pada klasifikasi metode ini antara lain teknik analisis persentasi perkomponen, analisis ratio, analisis impas.
Menurut Agnes sawir (2003;45-46) metode analisisnya yaitu:
1. Analisis Horizontal
Analisis Horizontal adalah analisis dengan cara membandingkan neraca dan laporan laba rugi beberapa terakhir secara berurutan. Maksudnya memperoleh gambaran mengenai perubahan-perubahan yang terjadi baik dalam neraca maupun Laporan Laba Rugi, Sehingga dapat diperoleh gambaran selama beberapa tahun terakhir apakah telah terjadi kenaikan atau penurunan. Disamping realisasi pelaksanaan yang lalu, realisasi hasil prestasi lebih berarti bila diperbandingkan dengan target tolak ukur yang wajar, jadi perlu standar. Demikian juga perkembangan atau hubungan yang penting harus diungkapkan misalnya biaya gudang 10 juta saja tidak begitu banyak maknanya, jadi harus juga diinformasikan bahwa biaya tersebut telah meningkat terus walaupun vo;ume penyimpanan secara fisik menurun.
2. Analisis Vertikal
Analisis vertical adlah analisis yang dilakukan dengan jalan menghitung proporsi pos-pos dalam neraca dengan suatu jumlah tertentu dari neraca atau proporsi dari unsure-unsur tertentu laporan laba rugi dengan jumlah tertentu dari laporan laba rugi. Misalnya proposi persediaan terhadap jumlah aktiva lancer, proporsi aktiva lancer terhadap jumlah aktiva, proporsi harga pokok terhadap total pendapatan hasil usaha.
Bila analisis didasarkan pada suatu tahun dasar yang dianggap sebagai basis disebut analisis indeks. Pos-pos pada neraca dan Laporan laba rugi dihitung sebagai persentase dari pos pada tahun yang dijadikan dasar indeks. Pemilihan tahun dasar tidak harus tahun yang paling awal, tahun dasar adalah tahun yang dianggap normal oleh perusahaan.
Analisis vertical dan analisis indeks, yang meanalisis tren laporan keuangan dalam bentuk presentasi selama waktu tertentu, berguna bagi analisis untuk mendapat pandangan yang tajam tentang pergerakan dana dan memperbandingkan laporan-laporan keuangan untuk perusahaan yang berbeda ukurannya.
Menurut Munawir (2010;35-37)Metode dan teknik analisa (alat-alat analisa) digunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan, sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos tersebut bila diperbansingkan dengan laporan dari beberapa oeriode untuk satu perusahaan tertentu, atau diperbandingkan dengan alat-alat pembanding lainnya, misalnya diperbandingkan dengan laporan keuangan yang dibudgetkan atau dengsn laporan keuangan perusahaan lainnya.
Tujuan dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga dapat lebih dimengerti. Pertama-tama penganalisa harus mengorganisir atau mengumpulkan data yang diperlukan, mengukur dan kemudian menganalisa dan menginterpretasikan sehingga data ini menjadi lebih berarti.
Ada dua metode analisa yang digunakan oleh setiap penganalisa laporan keuangan, yaitu analisa horizontal dan analisa vertical. Analisa horizontal adalah analisa dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode horizontal ini disebut pula sebagai metode analisa dinamis. Analisa vertical yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi pada saat itu saja. Analisa vertical ini disebut juga sebagai metode analisa yang statis karena kesimpulan yang dapat diperoleh hanya untuk periode itu saja tanpa mengetahui perkembangannya.
Teknik analisa yang biasa digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Analisa perbandingan laporan keuangan adalah metode dan teknik analisa dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua periode atau lebih, dengan menunjukkan:
a. Data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
c. Kenaikan atau penurunan dalam persentase
d. Perbandingan yang dinyatakan dengan ratio
e. Persentase dari total
Analisa dengan menggunakan metode ini akan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi, dan perubahan mana yang memerlukan penilitian lebih lanjut
2. Trend atau tendesi posisi dan kemajuan keuangan perusahaan yang dinyatakan dalam presetasi (trend percentage analysis), adalah suatu metode atau teknik analisa untuk mrngrtahui tendensi daripada keadaan keuangannya, apakah menunjukkan tendendi tetap, naik atau bahkan turun.
3. Laporan dengan presentase per komponen atau common size statement, adalah suatu metode analisa untuk mengetahui presentasi investasi pada masing-masing aktiva terhadap total aktiva, juga untuk mengetahui struktur pemodalannya dan komposisi perongkosan yang terjadi dihubungkan dengan jumlah penjualannya.
4. Analisa sumber dan penggunaan Modal kerja, adalah suatu analisa untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan modal kerja atau untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya modal kerja dalam periode tertentu.
5. Analisa sumber dan pengggunaan kas (cash flow statement analisys), adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas untuk mengetahui sumber-sumber serta penggunaan uang kas selama periode tertentu.
6. Analisa ratio, adalah suatu metode analisa untuk mrngetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca stsu laporanrugi laba decara individu atau kombinasi dari kedua laporan tersebut.
7. Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis), adalah suatu analisa untuk mengetahui sebab-sebab perubahan laba kotor suatu perusahaan dari period ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang dibudgetkan untuk periode tersebut.
8. Analisa Break-Evan, adalah suatu analisa untuk menentukan tingkat penjualan yang harus dicapai oleh suatu perusahaan tersebut tidak menderita kerugian, tetapi juga belum memperoleh keuntungan. Dengan analisa break even ini juga akan diketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.
4. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2010;38) Neraca menunjukan aktiva, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, dengan demikian Neraca yang diperbandingkan (comparative balance sheet) menunjukan aktiva, hutang serta modal perusahaan atau pada tanggal tertentu untuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan memperbandingkan neraca untuk dua tanggal atau lebih kan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan ini penting untk diketahui sebab akan men unjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan, dimana perubahan-perubahan di dalam neraca dalam suatu periode mungkin disebabkan karena:
a. Laba atau rugi yang bersifat operasionil maupun insidetil.
b. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya perubahan bentuk aktiva.
c. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang kesatu ke bentuk hutang lainnya.
d. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham, (adanya penambahan atau pengurangan modal).
Laporan rugi laba menunjukkan penghasilan-penghasilan yang diperoleh perusahaan, biaya-biaya yang terjadi serta laba atau rugi netto sebagai hasil dari operasi perusahaan selama periode tertentu, sehingga laporan rugi laba yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan, niaya, laba atau rugi netto dari hasil operasi perusahaan dalam dua periode atau lebih.
Apabila laporan keuangan dianalisa dengan mengadakan perbandingan dari laporan-laporan selama beberapa periode, maka nanlisa yang demikian dinamakan analisa horizontal atau analisa dinamis. Sedang apabila laporan keuangan yang dianalisa yang hanya meliputi satu periode saja (hanya memperbandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya dalam satu laporan keuangan), analisa yang demikian itu disebut analisa vertical atau analisa statis.
Dengan mengadakan atau menggunakan analisa yang dinamis akan diperoleh hasil analisa yang lebih memuaskan, karena dengan laporan keuangan yang diperbandingkan untuk beberapa periode akan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut. Dalam metode analisa perbandingan ini dapat ditunjukkan dalam :
a. Data absolute atau jumlah-jumlah dalam rupiah
b. Kenaikan atau penurunan dalam jumlah rupiah
c. Kenaikan atau penurunan dalam presentasi
d. Perbandingan yang dinyatakan dalam ratio
e. Dinyatakan dalam presentasi dari total
Keuntungan utama dapat diketahuinya pertambahan atau pengurangan ini adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat dengan jelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisa lebih lanjut dan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dan hasil-hasil yang dicapai.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Tujuan Analisis Laporan keuangan
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;57-58) Analisis laporan keuangan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan.Misalnya :
a) Dapat digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif investasi atau merger.
b) Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan dimasa datang.
c) Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen,operasi atau masalah lainnya.
d) Sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.
Prosedur dalam Analisis Laporan Keuangan
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;58-59) berbagai langkah harus ditempuh dalam menganalisis laporan keuangan. Adapun langkah-langkah yg harus ditempuh tersebut adalah sebagai berikut:
1) Memahami latar belakang data keuangan perusahaan.
2) Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan.
3) Mempelajari dan me-review laporan keuangan
4) Menganalisis laporan keuangan.
Metode dan Teknik Analisis
Menurut Drs. Dwi Prastowo D., M.M., Ak. Dan Rifka Juliaty, S.E. (2005;59) mengatakan bahwa metode analisis laporan keuangan dapat diklarisifikasikan menjadi 2, yaitu:
1) Metode analisis horizontal (dinamis).
2) Metode analisis Vertikal (statis).
Analisis Perbandingan Laporan Keuangan
Menurut Munawir (2010;38) Neraca menunjukan aktiva, hutang dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu, dengan demikian Neraca yang diperbandingkan (comparative balance sheet) menunjukan aktiva, hutang serta modal perusahaan atau pada tanggal tertentu untuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan memperbandingkan neraca untuk dua tanggal atau lebih kan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Prastowo Dwi, 2008, Analisis Laporan Keuangan konsep dan aplikasi Edisi kedua, 2008, Yogyakarta; Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN
Sawir Agnes, 2003, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Jakarta;PT Gramedia Pustaka Umum
Munawir, 2010, Analisa Laporan Keuangan, Yogyakarta;Liberty
Tidak ada komentar:
Posting Komentar