search ya gan..

Rabu, 09 November 2011

Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas
Rasio ini menggambarkan aktivitas yamg dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan lainnya.
Rasio ini antara lain adalah :
a. Inventory Turn Over
Inventoru Turn Over = Harga pokok penjualan
Rata-rata persediaan barang
Rasio ini menunjukan berapa cepat perputaran persediaan dalam siklus produksi normal. Semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap bahwa kegiatan penjualan berjalan cepat. Rata-rata persediaan dihitung dengan cara :
Persediaan awal + persediaan akhir
2
b. Receivable Turn over
Receivable Turn over = Penjualan kredit bersih
Rata-rata piutang
Rasio ini menunjukkan berapa cepat penghasilan piutang. Semakin besar semakin baik karena penagihan piutang dilakukan dengan cepat. Receivable turn over ini dapat dikonversikan ke hari. Caranya yaitu :
360
Rasio Turn over piutang
c. Fixed Aset Turn over
Fixed Aset Turn over = Penjualan
Aktiva tetap bersih
Rasio ini menunjukkan berapa kali nilai aktiva berputar bila diukur dari volume penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. Artinya kemampuan aktiva tetap menciptakan penjualan tinggi.
d. Total Aset Turn over
Total Aset Turn over = Penjualan
Total Aset
Rasio ini menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengan kata lain seberapa jauh kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Semakin tinggi rasio ini semakin baik.
e. Periode penagihan piutang
Periode penagihan piutang = Piutang (rata-rata)
Penjualan per hari
Angka ini menunjukkan berapa lama perusahaan melakukan penagihan piutang. Semakin pendek peroiodenya semakin baik. Rasio ini sejalan dengan informasi yang digambarkan Receivable Turn Over.

Rasio Likuiditas
Menurut Munawir 2010 hal.72 Untuk menganalisa keuangan jangka pendek (likuiditas) ini diberikan beberapa rati yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisa dan menginterpretasikan data tersebut.
1. Current Ratio
Yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancer dengan hutang lancer.
Current ratio yang terlalu tinggi menunjukkan kelebihan uang kas atau aktiva lancer lainnya dibandingkan dengan yang dibutuhkan sekarang atau tingkat likuiditas yang rendah daripada aktiva lancer dan sebaliknya. Jadi penganalisa sebelum membuat kesimpulan yang akhir dari analisa current ratio harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut :
a) Distribusi atau proporsi daripada aktiva lancer
b) Data trend daripada aktiva lancar dan hutang lancar, untuk jangka waktu 5 tahun atau lebih dari waktu yang lalu.
c) Syarat yang diberikan oleh kreditor kepada prusahaan dalam mengadakan pembelian maupun syarat kredit yang diberikan oleh perusahaan dalam menjual barangnya.
d) Present value (nilai sesungguhnya) dari aktiva lancar.
e) Kemungkinan perubahan nilai aktiva lancar.
f) Perubahan persediaan dalam hubungannya dengan volume penjualan sekarang atau di masa yang akan datang.
g) Kebutuhan jumlah modal kerja di masa mendatang.
h) Type atau jenis perusahaan.
2. Acid Test Ratio
Rasio ini lebih tajam daripada current ratio, karena hanya membandingkan aktiva yang sangat likuid (mudah dicairkan atau diuangkan) dengan hutang lancar. Jika current ratio tinggi tapi quick rationya rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan.
3. Perputaran piutang
Makin tinggi ratio (turn over) menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya kalu ratio sewmakin rendah berarti ada over investment dalam piutang sehingga memerlukan analisa lebih lanjut, mungkin karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif atau mungkin ada perubahan dalam kebijaksanaan pemberian kredit.
4. Perputaran persediaan
Turn over persediaan adalah merupakan ratio antara jumlah harga pokok barang yang dijual dengan nilai rata-rata persediaan yang dimiliki perusahaan.
Turn over ini menunjukkan berapa kali jumlah persediaan baramg dagangan diganti dalam satu tahun (dijual dan diganti). Unruk mengetahui rata-rata persediaan tersimpan dalam gudang dapat ditentukan dengan membagi jumlah hari-hari dalam satu tahun dengan turn over dari persediaan tersebut.
5. Perputaran Modal Kerja
Ratio ini menunjukkan hubungan antara modal kerja dengan penjualan dan menunjukkan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan (jumlah rupiah) untuk tiap rupiah modal kerja.


Rasio Industri
Rasio ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan yang ingin menilai prestasinya serta lembaga lain yang ingin mengatur industry itu serta para analis dan investor. Di Indonesia kendati punbelum banyak memberikan standar angka atau rasio-rasio laporan keuangan sudah didirikan yaitu PT.Perfindo (Perusahaan Peringkat Indonesia). Kebanyakan jasanya baru memberikan peringkat kepada perusahaan atau investor yang masuk di pasar modal. Perusahaan atau lenmbaga lain yang sejenis sudah ada yang bergerak di bidang ini seperti PDBI (PusAt Data Bisnis Indonesia) lembaga-lembaga riset namun belum memenuhi kebutuhan kita untuk mendapatkan rasio-rasio yang cocok untuk menjadi Yardistick dalam menilai prestasi perusahaan.

Tidak ada komentar: